Lompat ke konten
Home » DLH Subang Imbau Warga Waspadai Ancaman Banjir di Musim Hujan, Minta Warga Hentikan Kebiasaan Buang Sampah ke Sungai

DLH Subang Imbau Warga Waspadai Ancaman Banjir di Musim Hujan, Minta Warga Hentikan Kebiasaan Buang Sampah ke Sungai

Foto : Pintu Air Cileleuy

SUBANG –  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang mengeluarkan peringatan tegas kepada masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan, khususnya ke aliran sungai dan saluran air. Imbauan ini disampaikan menyusul tingginya potensi bencana hidrometeorologi seiring masuknya musim penghujan.

Kepala DLH Subang, Andri Priatna, menegaskan bahwa tumpukan sampah yang menyumbat drainase dan sungai menjadi pemicu utama terjadinya banjir genangan hingga luapan air di berbagai wilayah.

“Masyarakat, kami dari DLH meminta agar jangan membuang sampah sembarangan, khususnya di aliran sungai dan selokan, ini akan menjadi bencana,” ujar Andri saat dikonfirmasi, belum lama ini.

Andri menjelaskan, karakteristik aliran air di Subang sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis wilayah selatan yang mengalir ke kawasan utara (Pantura). Jika aliran air di hulu maupun di perkotaan terhambat oleh sedimentasi dan sampah, maka risiko banjir kiriman akan meningkat drastis saat intensitas hujan tinggi.

“Jika intensitas air hujan di wilayah selatan tinggi, pasti akan ke wilayah Pantura. Nah, jika selokan dan aliran sungai tersumbat, ini akan menjadi banjir, stop buang sampah ke aliran air,” tegasnya.

Menanggapi imbauan tersebut, aktivis lingkungan setempat, Rana, mendorong Pemerintah Kabupaten Subang untuk mengambil langkah taktis dan kolaboratif dengan melibatkan masyarakat serta pegiat lingkungan secara langsung di lapangan.

Menurutnya, penanganan banjir tidak cukup hanya dengan imbauan verbal, tetapi membutuhkan aksi nyata pembersihan saluran air secara masif.

“Sudah saatnya. Kita bisa lihat, dengan adanya sumbatan air, potensi bencana banjir bisa terjadi kapan saja,” ujar Rana, Senin (2/11/2026).

Selain masalah sampah, Rana juga menyoroti pentingnya evaluasi tata ruang dan penataan bangunan di kawasan perkotaan maupun jalur aliran air. Ia menilai kesalahan dalam perizinan atau penataan konstruksi bangunan yang menutup sepadan sungai kerap memperparah durasi dan volume genangan air saat hujan deras.

“Penataan bangunan dan selokan juga harus diperhatikan. Banjir yang terjadi karena penataan bangunan yang salah juga bisa memicu terjadinya banjir,” pungkasnya.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan dapat segera menggerakkan program kerja bakti massal serta memperketat pengawasan terhadap pemanfaatan ruang di sepanjang bantaran sungai demi mengantisipasi dampak buruk musim hujan di Kabupaten Subang.