
Foto : DLH Subang angkut sampah
SUBANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang mencatat volume sampah yang diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mencapai 40 hingga 50 ton per hari. Tiga titik lokasi diidentifikasi sebagai penyumbang sampah terbesar di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang, M. Andri Priatna, mengungkapkan bahwa tumpukan sampah terbanyak berasal dari kawasan padat aktivitas ekonomi dan lalu lintas.
“Per harinya kita mengangkut sampah 40–50 ton. Tiga titik penyumbang sampah terbanyak berasal dari Perempatan Celeng Pamanukan, Pasar Pujasera, hingga Pasar Terminal Subang,” ujar Andri, Kamis (5/11/2026).
Andri menjelaskan, pengiriman sampah secara terus-menerus ke TPA tanpa ada pemilahan dari sumbernya berdampak signifikan pada operasional pengangkutan. Selain memicu penumpukan dan sampah menggunung di TPA, beban kerja armada truk pengangkut yang berlebihan berisiko mempercepat kerusakan kendaraan.
Sebagai langkah antisipasi, DLH Subang terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat untuk menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam mengelola sampah rumah tangga maupun komersial.
“Beban angkut dan lahan penampungan terbatas, maka lebih baik terapkan 3R. Kami terus-menerus mengedukasi masyarakat agar sampah bisa dikurangi dan dimanfaatkan kembali,” tegasnya.
Penataan kebersihan dan pengelolaan sampah di Kabupaten Subang ini juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Belum lama ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat meninjau infrastruktur jalan bersama Bupati Subang Reynaldy Putra Andita meminta agar alur jalan protokol di wilayah perkotaan Subang dibebaskan dari kesan kumuh.
“Nah, ini sudah mulai rapi Pak Bupati, tingkatkan lagi. Jangan ada lagi pemandangan kumuh di wilayah Kota Subang,” kata Dedi Mulyadi.

