Lompat ke konten
Home » Gaji Bakal Cair Lewat Kopdes Merah Putih, Begini Respon PNS Subang

Gaji Bakal Cair Lewat Kopdes Merah Putih, Begini Respon PNS Subang

Foto : PNS Subang

SUBANG – Pemerintah tengah mempersiapkan skema baru pembayaran gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Rencana kebijakan ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026 ini.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa usulan mengenai skema penyaluran gaji ASN melalui koperasi telah resmi diajukan dan dikoordinasikan langsung dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Mekanismenya mungkin sudah dianggarkan nanti pembayarannya, melalui, sudah diajukan ke Kementerian Keuangan, sudah akan siap dibayarkan,” kata Ferry di Kantor Kementerian Koordinator Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).

Meskipun demikian, Ferry belum menjelaskan secara terperinci rincian mekanisme penyaluran, tanggal pasti pembayaran perdana, maupun daftar koperasi yang akan dilibatkan.

Pihak Kementerian Koperasi menegaskan bahwa layanan pencairan gaji melalui koperasi ini bersifat sebagai pilihan atau opsi tambahan bagi para ASN, sehingga tidak wajib menggantikan peran perbankan maupun Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Langkah ini diambil dengan tujuan utama memperluas fungsi layanan keuangan Kopdes Merah Putih sekaligus meningkatkan daya saing koperasi di Indonesia agar sepadan dengan lembaga perbankan. Rencana ini juga sejalan dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perkoperasian yang masuk dalam agenda penataan ulang ekosistem koperasi nasional.

Menanggapi rencana kebijakan tersebut, Indah, seorang PNS Kabupaten Subang, menyatakan kesiapannya untuk mengikuti arahan dan keputusan dari pemerintah pusat.   

“Ya bagaimana pusat saja, kita sebagai abdi negara hanya bisa mengikuti kebijakan,” ujar Indah saat diwawancarai, Kamis (15/10/2026).

Kendati demikian, ia menaruh harapan besar agar implementasi penyaluran gaji melalui Kopdes Merah Putih nantinya dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan teknis. “Ya harapannya begitu, jangan sampai ada keterlambatan,” pungkasnya.