Lompat ke konten
logo info aktual subang
Ads.
Home » Gubernur Jabar Minta Pemilik Truk Boks Berikan Uang Duka Kepada Keluarga Korban Tragedi Kecelakaan di Cipeundeuy Subang 

Gubernur Jabar Minta Pemilik Truk Boks Berikan Uang Duka Kepada Keluarga Korban Tragedi Kecelakaan di Cipeundeuy Subang 

  • oleh

Foto : KDM datangi TKP kecelakaan di Cipendeuy

SUBANG – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyikapi tragedi kecelakaan truk boks pengangkut telur di Jalur Provinsi Penghubung Subang-Sadang Purwakarta, Kamis (26/3/2026).

Dedi Mulyadi menyayangkan truk pengangkut telur itu menabrak sebuah warung di pinggir jalan, tepatnya di Kampung Cijoged, Desa Lengkong, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang.

Ironisnya, truk menabrak warung kelontong 24 jam tersebut memakan korban jiwa. Uun Karniah (34), istri pemilik warung meninggal dunia akibat kecelakaan.

Dedi Mulyadi kesal insiden itu tidak dibalut tanggung jawab. KDM sapaan akrabnya, mendesak agar pemilik truk hingga penabrak meminta maaf kepada keluarga korban.

“Dear pemilik truk, barangkali dapat segera menghubungi keluarga korban untuk sekadar meminta maaf atau ucapan duka,” tulis Dedi Mulyadi dalam keterangan melalui Instagram pribadinya, Minggu (29/3/2026).

Dedi Mulyadi mulanya melakukan kunjungan ke Subang. Gubernur Jabar itu meninjau langsung lokasi kejadian di mana kondisi warung telah hancur lebur setelah ditabrak truk boks.

Namun Dedi Mulyadi melihat ada kesalahan pada posisi warung. Bangunan tokonya terlalu condong ke arah jalan dan menutup jalur aliran drainase jalan.

KDM kebetulan bertemu dengan pemilik toko. Ia mendapat kabar bahwa yang meninggal adalah Uun Karniah, istri pemilik warung itu bernama A Ojon, warga Ciperna, Talun, Cirebon.

KDM langsung menghubungi suami penjual toko kelontong 24 jam tersebut. Di awal pembicaraan, ia sempat mendapat ucapan kasar karena berkelakar kepada suami korban.

Namun begitu, ia tidak menanggapi hal tersebut secara serius. Ia pun membicarakan soal Uun tewas akibat menjadi korban kecelakaan truk boks pengangkut telur.

KDM mendapat fakta terbaru. A Ojon mengaku sebelum tragedi kecelakaan, ia dan istri belum mudik ke Kuningan dan pilih ingin membuka warung pada Kamis, 27 Maret 2026.

“Pas hari Kamis, saya mau buka warung Pak Haji,” ungkap A Ojon.

Suami korban mengaku sudah berjualan di bangunan toko tersebut sejak 2016. Ia menyewa tempat itu sebesar Rp7,5 juta per tahun.

KDM pun memastikan tragedi tersebut melibatkan truk boks. A Ojon membenarkan kendaraan yang menewaskan istrinya sebagai mobil truk pengangkut telur.

“Jadi, sekarang yang nabraknya itu truk apa?,” tanya KDM.”Mobilnya kosong Pak Haji, cuma katanya mau mengangkut telur. Kalau ngakunya sopirnya itu orang Banten, kalau keneknya orang Subang,” tutur A Ojon kepada KDM.

Lebih lanjut, KDM mempertanyakan itikad baik dari pemilik truk boks. Sebab, pihak penabrak wajib bertanggung jawab atas tragedi itu.

“Apa yang dilakukan pemilik atau punya mobil truknya? Menggantikan apa?,” tanya KDM.

Suami korban menyampaikan kabar terbaru kepada KDM. Pihak penabrak belum bertanggung jawab atas kematian istrinya dan tragedi kecelakaan menimpa warungnya.

“Belum ada apa-apa, Pak. Belum ada konfirmasi apa-apa,” ngaku suami korban.

KDM terkejut mendengar pengakuan suami korban. Pemilik kendaraan minimal memberikan uang kompensasi atau uang duka akibat kematian istri pemilik warung.

“Memang sampai sekarang belum ada? Misalnya uang duka, biaya pemulasaraan jenazah. Satu rupiah pun belum?,” tanya KDM.

Suami korban mengaku tidak mendapatkan uang sebagai itikad baik dari pihak penabrak. Ironisnya, mereka juga belum menyampaikan permohonan maaf.

Dedi Mulyadi menyayangkan sikap pihak truk. Ia pun memastikan sopir dan kenek truk boks sudah ditahan di Polres Subang.

“Ya Allah ya Rabbi. Jadi, yang punya mobilnya belum ada datang ke rumah menyampaikan uang duka belum sama sekali? Waduh, sudah istri meninggal, harus ngurus biaya perawatan, yang nabraknya nggak bertanggung jawab sampai sekarang,” bebernya.

Menyikapi hal tersebut, KDM memberikan bantuan. Ia akan mengguyurkan uang sebesar Rp25 juta kepada keluarga korban. 

Ia tersentuh dengan tujuan suami korban. A Ojon berniat kembali berdagang di toko kelontongnya untuk mempertahankan hidupnya.

“Akang kirim nomor rekening ya. Saya kirim Rp25 juta bantuan,” ucap Dedi Mulyadi.