
SUBANG– Dampak musim kemarau panjang mulai memicu lonjakan harga sejumlah komoditas hortikultura di pasar tradisional Kabupaten Subang, Jawa Barat. Cuaca panas ekstrem dan terbatasnya pasokan air menyebabkan hasil panen petani menurun drastis hingga memicu kenaikan harga cabai.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang, Muhamad Irwan Ahadiat, mengonfirmasi bahwa keterbatasan pasokan dari wilayah sentra produksi menjadi penyebab utama lonjakan harga ini.
“Pasokan dari daerah penghasil seperti Lembang, Jawa Tengah, dan Purwakarta berkurang karena produksi menurun akibat musim kemarau. Selain kualitas yang menurun, sebagian tanaman juga mengalami gagal panen,” kata Irwan, Rabu (19/8/2026).
Meski harga melambung tinggi, Irwan memastikan bahwa ketersediaan stok cabai dan sayuran di pasar-pasar tradisional Subang sejauh ini masih aman.
“Komoditasnya tetap ada di pasar, hanya harganya yang mengalami kenaikan,” tegasnya.
Berdasarkan data pantauan DKUPP Subang di sejumlah pasar tradisional, kenaikan dialami oleh beberapa jenis cabai dan sayuran hijau antara lain cabai merah keriting naik dari harga normal Rp 28.000 menjadi Rp 32.000 per kilogram. cabai rawit naik dari harga normal Rp 40.000 menjadi Rp 48.000 per kilogram,dan sawi hijau naik dari harga normal Rp 7.000 menjadi Rp 8.000 per kilogram.
Kenaikan harga cabai yang cukup signifikan ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Entin (46), salah satu pedagang sayuran di pasar tradisional Terminal Subang, mengungkapkan bahwa banyak langganannya yang mengeluhkan kenaikan tersebut.
“Konsumen banyak yang mengeluh karena mahal. Kenaikan harga cengek (cabai rawit) saja sampai Rp 8.000 per kilogramnya,” ujar Entin.
Menanggapi tingginya harga bumbu dapur tersebut, sejumlah warga menyiasatinya dengan menghemat penggunaan cabai atau beralih ke alternatif rempah lain.
Warga Subang Lena, mengaku terpaksa merubah pola memasaknya agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.
“Di musim kemarau yang panas ini, harga cabai makin pedas. Sekarang saya mengurangi konsumsi cabai dan beralih memakai merica kalau memasak,” tutur Lena.