Lompat ke konten
logo info aktual subang
Ads.
Home » Harga Plastik di Pasar Subang Melonjak, DKUPP Sebut Dampak Perang Iran

Harga Plastik di Pasar Subang Melonjak, DKUPP Sebut Dampak Perang Iran

  • oleh
Foto : toko plastik

SUBANG – Harga pembungkus produk ( plastik ) mengalami lonjakan, hal tersebut terjadi di berbagai pasar tradisional.Harga plastik di Indonesia melonjak signifikan per Maret 2026, dengan kenaikan mencapai 30 persen hingga 40 persen. Lonjakan ini dipicu oleh gangguan rantai pasok global akibat konflik di Timur Tengah (penutupan Selat Hormuz) yang membatasi bahan baku minyak/nafta, menyebabkan harga biji plastik naik tajam. Adapun jenis plastik  jenis PP (Polypropylene) naik sekitar Rp2.000 – Rp3.000 per kg.

Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Subang M.Irwan menjelaskan dampak dari gangguan pasokan rantau global menjadikan garga plastik polos untuk wadah makanan dari Rp30rb-Rp35rb menjadi Rp40rb-Rp50rb per kilogramnya.

” Kenaikan nya tinggi, saat kami melakukan pengecekan di berbagai pasar tradisional,” ujar Irwan.

Disisi lain, kenaikan harga plastik turut membuat resah para pelaku UMKM, dimana dampak tertekan karena biaya kemasan meningkat pesat, sehingga memaksa mereka menaikan harga jual atau memperkecil margin keuntungan.

Neneng selaku pelaku UMKM Subang mengatakan, dampak kenaikan harga plastik membuatnya menaikan harga produk yang dijualnya.” Mau gimana lagi harga untuk mengemas produk naik, ya kita harus menaikan harga produknya,” katanya.

Sementara itu Direktur Public Private Partnership for Sustainable Plastic and Waste Management, Veera Kwanloetchit, menyebut harga bahan baku plastik berbasis minyak bumi mengalami kenaikan signifikan.

Bahan seperti polyethylene, polypropylene, dan low density polyethylene tercatat meningkat sekitar 30 hingga 40 persen.

Kenaikan tersebut berdampak langsung pada biaya produksi kemasan, termasuk untuk pembungkus makanan, botol minuman, hingga produk perawatan tubuh.

Veera menyebut skenario terburuk dapat terjadi apabila produsen tidak memperoleh bahan baku secara memadai.

Gangguan logistik global juga memicu lonjakan harga bahan baku dalam waktu singkat, dengan plastik naik dari 1.100 dolar AS per ton menjadi 1.400 dolar AS dan berpotensi menyentuh 1.600 dolar AS. Sementara itu, nafta naik dari 600 dolar AS menjadi 800 dolar AS dan mendekati 900 dolar AS.