
Foto : Kabid Koperasi DKUPP Subang H.Deden Al Mansyur
SUBANG – Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tahun 2026 yang mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” menjadi momentum refleksi mendalam bagi perkembangan koperasi di Kabupaten Subang. Dari total hampir 1.000 koperasi yang terdata, tercatat hanya sekitar 400 koperasi di level kabupaten yang dinyatakan masih aktif beroperasi dan rutin menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT). Sementara itu, sisanya berstatus tidak aktif hingga terancam bubar.
Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang kini tengah memperketat pengawasan. Pihak dinas meminta seluruh pengurus koperasi untuk tertib melaksanakan RAT dan aktif memperbarui data ke dalam sistem online.
“Harapan kami di Hari Koperasi ini, ke depan bisa lebih banyak lagi koperasi yang kembali aktif karena sektor ini sangat vital untuk memajukan ekonomi daerah,” ujar Kepala Bidang Koperasi DKUPP Subang,H. Deden Al Mansyur.Senin (13/7/2026).
Berdasarkan data DKUPP, dari 400 koperasi yang aktif saat ini, sektor usahanya bergerak mulai dari koperasi konsumen, produsen, jasa, hingga simpan pinjam. Adapun jenis koperasi konsumen dan produsen tercatat masih mendominasi di wilayah Subang.
Di sisi lain, tantangan berat harus dihadapi oleh koperasi-koperasi di Subang terkait bantuan modal dari pemerintah. DKUPP Subang memastikan bahwa dana hibah untuk koperasi dialihkan demi program prioritas dan percepatan pembangunan daerah.
Kebijakan ini sejatinya sudah berlangsung sejak tahun lalu. Pada tahun 2025, terdapat 17 koperasi yang sedianya menerima dana hibah, namun tidak terealisasi karena kebutuhan yang lebih urgen. Tren ini berlanjut pada tahun 2026, di mana dua koperasi yang terdaftar juga batal menerima hibah.
Deden memproyeksikan kondisi serupa masih akan terjadi hingga tahun depan. “Perkiraan di tahun 2027 juga koperasi tampaknya belum akan mendapatkan bantuan hibah modal karena anggaran dialihkan untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Subang,” jelas Deden.
Guna menyiasati ketiadaan dana hibah APBD, DKUPP Subang mengarahkan koperasi-koperasi yang membutuhkan suntikan modal usaha untuk memanfaatkan fasilitas pinjaman dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
“Sebagai solusinya, kami arahkan ke pinjaman dana bergulir. Saat ini kami sedang gencar melakukan sosialisasi dan membantu mempersiapkan persyaratannya agar koperasi-koperasi di Subang bisa mulai meminjam ke LPDB tahun depan,” pungkas Deden.
Langkah penguatan koperasi ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menganalogikan koperasi layaknya sapu lidi. Dalam pandangannya, koperasi merupakan wadah pemersatu ekonomi rakyat kecil agar menjadi kekuatan besar.
“Koperasi adalah alatnya orang lemah, alatnya orang miskin. Tapi, seperti sapu lidi, satu lidi lemah, tapi kalau bergabung itu menjadi kekuatan, saudara-saudara sekalian,” tegas Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026).