
Foto : Istimewa
SUBANG – Pengembangan Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban memasuki milestone baru dengan tibanya 3 unit Electric Quay Container Crane (E-QCC) dan 9 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG). Kehadiran peralatan tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas terminal untuk mengikuti pertumbuhan layanan pelayaran serta kebutuhan logistik kawasan industri di Jawa Barat.
Sebanyak 3 E-QCC dan 9 E-RTG tersebut didatangkan dari Tiongkok menggunakan MV ZHEN HUA 28, kapal berbendera Hong Kong dengan panjang keseluruhan (Length Overall/LOA) 232,04 meter. Kapal membawa seluruh unit E-QCC dan E-RTG untuk selanjutnya menjalani proses penurunan dan instalasi di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban pada November 2026.
E-QCC merupakan peralatan utama bertenaga listrik untuk mendukung kegiatan bongkar muat peti kemas antara kapal dan dermaga, sedangkan E-RTG digunakan untuk penanganan dan penataan peti kemas di area container yard. Penggunaan peralatan elektrik ini menjadi bagian dari pengembangan terminal yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung arah penerapan green port di Pelabuhan Patimban melalui penggunaan peralatan bongkar muat yang lebih ramah lingkungan.
Setelah seluruh peralatan siap beroperasi, konfigurasi peralatan Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban akan diperkuat menjadi 3 E-QCC, 9 E-RTG, serta 2 Harbour Mobile Crane (HMC) yang selama ini telah mendukung kegiatan operasional terminal.
Kedatangan peralatan tersebut berlangsung seiring dengan selesainya pembangunan Terminal Peti Kemas Tahap I-2-1 Paket 6 pada 15 Oktober 2026. Fasilitas baru ini menjadi bagian penting dalam pengembangan kapasitas terminal sekaligus memberikan ruang operasional tambahan selama proses penurunan, instalasi, pengujian, dan commissioning E-QCC serta E-RTG berlangsung.
Selama MV ZHEN HUA 28 menempati dermaga eksisting untuk proses penurunan E-QCC dan E-RTG, pelayanan komersial peti kemas tetap berlangsung melalui dermaga baru Tahap I-2-1. Berdasarkan rencana operasional, kapal-kapal komersial yang telah memiliki jadwal pelayanan menggunakan fasilitas dermaga Tahap I-2-1 sehingga kegiatan bongkar muat tetap dapat berjalan.
Dengan demikian, proses penguatan fasilitas tidak menghentikan layanan peti kemas yang telah berjalan secara rutin. Dua unit HMC tetap mendukung pelayanan komersial, sementara proses penurunan dan instalasi peralatan baru dilaksanakan secara bertahap di area dermaga eksisting.
Setelah tiba di Pelabuhan Patimban, proses pembongkaran dan penempatan 3 E-QCC serta 9 E-RTG dilaksanakan pada November 2026, dilanjutkan dengan tahapan instalasi mekanikal dan elektrikal, pengujian fungsi, commissioning, inspeksi, pelatihan, serta penyelesaian punch list sepanjang November hingga Desember 2026. Berdasarkan master schedule, proses handover peralatan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026, sehingga seluruh peralatan diharapkan dapat mulai mendukung operasional terminal secara penuh pada Januari 2027.
Penguatan fasilitas tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan trafik peti kemas Pelabuhan Patimban. Berdasarkan data operasional sampai dengan Oktober 2026, Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban telah melayani secara kumulatif 37.924 TEUs, dengan total 44 kunjungan kapal, terdiri atas 20 kunjungan domestik dan 24 kunjungan internasional.
Sejak layanan peti kemas internasional mulai berkembang pada pertengahan 2026, trafik menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dengan bertambahnya jaringan pelayaran, peningkatan kapasitas terminal, serta dukungan peralatan baru, volume pelayanan pada 2027 diproyeksikan berpeluang mencapai sekitar 250.000 TEUs.
Dalam beberapa bulan terakhir, jaringan layanan peti kemas Pelabuhan Patimban juga terus berkembang melalui layanan yang dioperasikan antara lain oleh MSC, ONE–Samudera, dan COSCO, baik untuk kegiatan domestik maupun internasional. Pertumbuhan trafik tersebut menunjukkan bahwa penguatan fasilitas terminal berlangsung bersamaan dengan peningkatan pemanfaatan Pelabuhan Patimban oleh perusahaan pelayaran dan pengguna jasa.
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas II Patimban, Hadi S. Arif, mengatakan bahwa kedatangan E-QCC dan E-RTG menjadi salah satu tahapan penting dalam menyiapkan Pelabuhan Patimban menghadapi pertumbuhan trafik peti kemas ke depan.
“Kedatangan 3 E-QCC dan 9 E-RTG ini bukan sekadar penambahan peralatan. Ini merupakan bagian dari proses peningkatan kapasitas terminal agar dapat mengikuti pertumbuhan trafik, kebutuhan industri, dan semakin luasnya jaringan pelayaran yang menggunakan Pelabuhan Patimban,” ujar Hadi S. Arif,Sabtu (7 /11/2026).
Menurutnya, penguatan terminal dilakukan tanpa menghentikan layanan komersial yang telah berjalan.
“Selama proses penurunan, instalasi, hingga commissioning peralatan baru, pelayanan kapal peti kemas tetap berjalan melalui dermaga Tahap I-2-1. Ini penting karena proses pengembangan fasilitas harus dapat berjalan berdampingan dengan kebutuhan pengguna jasa yang sudah rutin memanfaatkan Patimban,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa kombinasi fasilitas baru, peningkatan peralatan bongkar muat, dan pertumbuhan jaringan pelayaran membuka peluang bagi peningkatan layanan yang lebih besar pada tahun mendatang.
“Dengan tambahan 3 E-QCC dan 9 E-RTG, ditambah 2 HMC yang telah beroperasi, kemampuan terminal akan meningkat secara signifikan. Capaian hampir 38 ribu TEUs sampai Oktober menunjukkan bahwa trafiknya sudah mulai terbentuk. Kami optimistis peningkatan kapasitas ini akan membuka ruang bagi bertambahnya layanan pelayaran dan volume peti kemas melalui Patimban,” ungkapnya.
Pengembangan Terminal Peti Kemas juga menjadi bagian dari kesiapan Pelabuhan Patimban untuk mendukung kebutuhan logistik industri Jawa Barat. Peningkatan kapasitas pelabuhan tersebut ke depan akan semakin diperkuat dengan penyelesaian Jalan Tol Akses Patimban, yang diharapkan meningkatkan konektivitas antara kawasan industri, pelabuhan, dan jaringan jalan nasional.
“Kapasitas terminal yang semakin besar perlu didukung konektivitas hinterland yang semakin baik. Kami optimistis ketika fasilitas terminal, jaringan pelayaran, dan akses tol semakin terintegrasi, Pelabuhan Patimban akan memiliki daya dukung yang lebih kuat bagi industri Jawa Barat untuk menjangkau pasar domestik maupun internasional,” tambahnya.
Kehadiran 3 E-QCC dan 9 E-RTG menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk membangun Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban dengan kapasitas, produktivitas, dan tingkat pelayanan yang semakin kompetitif. Dengan pelayanan komersial yang tetap berjalan selama proses instalasi, target handover peralatan pada akhir Desember 2026, serta pengoperasian penuh yang ditargetkan mulai Januari 2027, Pelabuhan Patimban memasuki fase berikutnya dalam pengembangan layanan peti kemas dan konektivitas logistik Jawa Barat.

