
Foto : Kadis dan Kabid Linjamsos Dinsos Subang
SUBANG – Banjir di wilayah utara Kabupaten Subang menurunkan ekonomi masyarakat yang terdampak.Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Kabupaten Subang bencana banjir merendam 7.585 rumah, 1.144 hektar sawah, 100 hektar kolam 5 sekolah, dan 10 tempat ibadah.
Bencana banjir juga membuat 7.724 warga terdampak tidak bisa beraktivitas untuk mendapat penghasilan, yang secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap perekonomian.
” Itu sudah jelas, dampak banjir akan menurunkan perekonomian mereka,” ujar Kepala Dinas Sosial Saeful Arifin saat di wawancarai, Kamis ( 29/1/2025 ).
Adapun mengenai kerugian harta benda akibat dari dampak banjir, Saeful tidak bisa memastikan jumlahnya, karena untuk penghitungan tersebut dilakukan oleh Badan Pusat Statistik ( BPS ).Karena saat ini pihaknya sedang fokus pada penanganan bencana.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial ( Linjamsos ) Dinsos Subang Deni Wiryanto mengatakan penurunan ekonomi masyarakat akibat dampak banjir pasti terjadi. Dimana kemiskinan baru akan tercipta, namun harus di lakukan kajian dan survei oleh pihak berwenang.
” Kemiskinan baru, karena apa? Mereka tidak beraktivitas untuk mendapat penghasilan, yang biasanya berdagang, bertani dan lainnya, karena dampak banjir kerugian pasti ada, ” kata Deni.
Kendati demikian, Deni mengimbau kepada masyarakat yang kondisi ekonominya menurun untuk segera melaporkan perubahan status di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation ( SIKS-NG ).
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Subang M.Irawan Ahadiat menjelaskan bahwa terdapat laporan transaksi perdagangan yang menurun akibat bencana banjir di wilayah utara Subang.
” Transaksional menurun, dampak banjir ya, ” ujarnya singkat.