
foto : ist
SUBANG – Di bawah terik matahari Jalan Simpang Cirangon, Desa Rancamulya, Kecamatan Patokbeusi, Subang, tangan Ersah (58) tampak lincah. Jemarinya tak henti meracik bumbu, menyiramkan sambal ke atas tumpukan kangkung segar, lalu menyajikannya kepada pembeli yang sudah mengantri.
Di atas gerobak kayu berukuran 2×1 meter itulah, perempuan yang akrab disapa Mak Ersah ini menggantungkan hidupnya. Selain rujak kangkung yang menjadi primadona, ia juga menjajakan aneka gorengan seperti bakwan, tempe, hingga oncom.
Namun, siang itu ada yang berbeda dari raut wajahnya. Di balik peluh yang menetes, terselip senyum penuh syukur. Setelah menanti selama 13 tahun, Mak Ersah akhirnya dipastikan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026 ini.
Perjalanan Mak Ersah menuju Baitullah bukanlah jalan yang instan. Sejak mendaftar pada tahun 2013 silam, ia mulai disiplin menyisihkan penghasilannya. Setiap pulang berdagang, ia memasukkan uang sisa modal ke dalam tabungan.

foto : ist
“Saya menyisihkan uang hasil jualan. Kadang Rp 50.000, kalau lagi ramai bisa Rp 100.000,” ujar Ersah, Rabu 29 April 2026.
Profesi sebagai pedagang rujak kangkung sebenarnya sudah ia lakoni sejak tahun 1990. Selama puluhan tahun, lapak sederhana itu menjadi tumpuan ekonomi keluarga. Sebelum fokus menabung untuk haji, Mak Ersah terlebih dahulu memprioritaskan pendidikan anak dan kerabatnya.
“Saya selesaikan dulu pendidikan anak sampai SMA. Terus saya juga menyekolahkan keponakan-keponakan. Saya ingin keluarga saya tidak putus pendidikannya,” tuturnya.
Keinginan Mak Ersah untuk berangkat haji sebenarnya hampir terwujud tahun lalu. Namun, langkahnya terhenti karena kekurangan biaya pelunasan. Alih-alih menyerah, kegagalan itu justru membuatnya kian giat berdagang dan menabung.
Penantian panjang belasan tahun itu seringkali diwarnai isak tangis. Ersah mengaku hatinya selalu bergetar setiap kali melihat iring-iringan calon jemaah haji yang berangkat dengan lantunan selawat.
“Saya kalau dengar selawatan ketika orang mau berangkat haji itu selalu menangis. Dalam hati saya bilang, ‘apa mungkin saya bisa berangkat ke Tanah Suci’,” kenangnya.
Meski lokasi berjualannya berjarak sekitar 2,5 kilometer dari rumah, Mak Ersah tetap semangat menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi untuk membawa peralatan dagang. Kedisiplinan inilah yang akhirnya mengantarkannya pada panggilan tahun ini.
Kini, di rumahnya, Mak Ersah mulai sibuk mengemas koper. Berbagai perlengkapan mulai dari obat-obatan, pakaian, hingga makanan ringan telah disiapkan dengan rapi.
“Perasaan saya sekarang sangat bersyukur,” ucapnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Subang H.Abdul Rojak mengatakan,di musim haji 2026 merupakan pendaftaran haji tahun 2014, dengan total 543 orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan hingga 60 persen dibandingkan tahun lalu, jumlahnya 1.163 orang.
“Alhamdulillah semua dokumen termasuk visa jemaah udah beres semua, koper juga sudah diterima oleh jemaah tinggal pemberangkatan aja,” kata H.Rojak.