
SUBANG – Kekeringan akibat kemarau ekstrem memicu krisis air bersih di kawasan selatan Kabupaten Subang. Merespons laporan warga, Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Subang dan pemerintah desa setempat mendistribusikan puluhan ribu liter air bersih ke lokasi terdampak, Rabu (16/9/2026).
Penyuplaian air bersih dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB dengan mengerahkan armada mobil tangki air milik Tagana. Bantuan disalurkan langsung ke beberapa titik pemukiman warga, antara lain Kampung Cigintung (RT 02 dan RT 33/RW 01), Kampung Sukamaju, serta Kampung Ciseuti yang masuk dalam wilayah Desa Palasari (Kecamatan Ciater) dan Desa Jalancagak (Kecamatan Jalancagak).
Ketua FK Tagana Kabupaten Subang, Jajang Abdul Muhaimin menjelaskan bahwa aksi cepat ini dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait sulitnya mengakses air bersih di wilayah tersebut.
“Sebelumnya ada laporan ke kami bahwa warga di dua desa tersebut kekurangan air bersih, kami langsung merespon dan bekerjasama dengan Dinsos Subang, termasuk pemerintah desa di sana,” ujar Jajang, Kamis (17/9/2026).
Dalam penyuplaian, sebanyak 20.000 liter air bersih dipasok untuk memenuhi kebutuhan dasar harian warga. Yakni, 15.000 liter dialokasikan untuk Desa Palasari dan 5.000 liter sisanya disalurkan ke Desa Jalancagak.
Jajang menambahkan, fenomena kemarau ekstrem tahun ini berdampak signifikan pada ketersediaan sumber air warga, khususnya di wilayah selatan Subang yang mencatatkan tingkat permintaan bantuan tertinggi. Secara keseluruhan, Tagana telah memasok lebih dari seratus ribu liter air ke berbagai kawasan terdampak.
“Hingga sampai saat ini sudah 106 ribu liter air yang kami distribusikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Subang yang mulai mengalami krisis atau kekurangan air bersih untuk segera mengajukan surat permohonan bantuan ke pemerintah daerah agar tindakan penanganan dapat segera dilakukan.
