
SUBANG – Masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang, Asep Nuroni, akan segera berakhir pada tahun 2026 ini.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Subang akan segera menggelar seleksi terbuka (open bidding) dalam waktu dekat untuk mengisi jabatan karier tertinggi Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut.
“Rencananya digelar dalam waktu dekat ya,” ujar Reynaldy belum lama ini.
Ia menambahkan, target pelaksanaan open bidding yang dipercepat ini bertujuan agar Sekda definitif yang baru sudah dapat ditetapkan tepat saat masa jabatan Sekda saat ini resmi berakhir.
Tiga Nama Kuat Mulai Muncul ke Publik
Berdasarkan dinamika di lingkungan Pemkab Subang, saat ini mulai bermunculan sejumlah nama kepala dinas dan pejabat eselon yang dinilai publik layak memperebutkan kursi tertinggi birokrasi ASN Subang tersebut.
Terdapat tiga nama yang mencuat dan dinilai memenuhi kualifikasi kepemimpinan, antara lain:
– Rona Mairansyah (Kepala Disnakertrans Subang): Dikenal dengan gayanya yang flamboyan, Rona dinilai memiliki manajemen yang kuat, cakap dalam berdiplomasi, serta memiliki jaringan kerja yang luas.
– Rahmat Effendi (Asisten Daerah 1 Bidang Pemerintahan, Kesra, dan Hukum): Mantan Camat Cipeundeuy ini dinilai sebagai salah satu kandidat kuat berkat rekam jejaknya di wilayah dan jaringan birokrasi yang solid.
– Yeni Nuraeni (Kepala Badan Pendapatan Daerah/Bapenda): Menjadi representasi figur perempuan, Yeni dinilai publik layak karena karakternya yang gesit dan memiliki komitmen tinggi dalam mencapai target kerja.
Kehadiran Yeni Nuraeni juga dinilai sejalan dengan tren positif peningkatan jumlah perempuan yang menduduki jabatan eselon tertinggi di Indonesia, meskipun secara statistik jumlah Sekda perempuan masih tergolong minoritas dibanding laki-laki.
Sesuai aturan yang berlaku, pengangkatan posisi Sekda dipastikan akan berjalan secara normatif melalui proses seleksi terbuka. Penilaian akan didasarkan sepenuhnya pada aspek kualifikasi, kompetensi, serta kepangkatan (rekam jejak karier).
Sebagai pemegang posisi birokrasi tertinggi di daerah, jabatan Sekda dituntut untuk tetap netral dari segala bentuk politik praktis atau dinamika pemilu. Tugas utama Sekda baru nantinya adalah memimpin roda birokrasi pemerintahan dan membantu menyukseskan program kerja kepala daerah.