Lompat ke konten
logo info aktual subang
Ads.
Home » Menyesap Kelembutan Bubuy Ayam Ma Atik: Kuliner Legendaris Subang yang Dimasak 7 Jam di Atas Bara

Menyesap Kelembutan Bubuy Ayam Ma Atik: Kuliner Legendaris Subang yang Dimasak 7 Jam di Atas Bara

  • oleh

Foto : bubuy ayam

SUBANG –  Asap tipis mengepul dari balik dapur sebuah rumah di Gang Kenanga II, Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Karanganyar, Kabupaten Subang. Aroma rempah yang kuat menusuk hidung, menggoda siapa pun yang melintas di depannya.

Di sinilah D’bubuy Ma Atik, sebuah unit usaha kuliner rumahan, menjaga nyala api tradisi Sunda yang kian langka. Di balik kelezatannya, ada tangan dingin Reynard Smara Maharddikha, atau yang akrab disapa Eeng, yang tekun menghidupkan kembali resep warisan sang ibu.

Sekilas, bubuy ayam mungkin terlihat serupa dengan pepes. Namun, Eeng menegaskan bahwa keduanya adalah entitas yang berbeda, baik dari segi rasa maupun teknik pengolahan.

“Perbedaannya dari rasa dan cara pengolahannya yang tidak sama seperti pepes. Tekstur bubuy ayam jauh lebih lembut,” ujar Eeng saat berbincang, Sabtu 25 April 2026.

Rahasia kelembutan yang “mropol” (mudah lepas dari tulang) itu terletak pada durasi memasak yang lama.

 Jika pepes biasanya dikukus dalam waktu singkat, bubuy ayam ala Ma Atik harus mendekam di dalam bara api selama 6 hingga 7 jam.

Proses panjang ini memastikan bumbu meresap hingga ke serat terdalam daging ayam kampung yang digunakan sebagai bahan baku utama.

Kisah sukses D’bubuy Ma Atik tidak datang dalam semalam. Eeng menceritakan bahwa bisnis ini baru ia tekuni secara serius pada tahun 2014. Sebelumnya, olahan ini hanyalah hidangan istimewa yang disajikan sang ibu khusus untuk konsumsi keluarga.

“Dari tahun 2014, awalnya hanya untuk makan bersama keluarga saja,” kenangnya.

Siapa sangka, berawal dari meja makan keluarga, kini Bubuy Ayam Ma Atik menjadi primadona di Subang. Dalam sehari, sedikitnya 25 ekor ayam ludes terjual. Angka ini melonjak hingga 40 ekor saat akhir pekan tiba.

Pelanggannya pun bukan orang sembarangan. Mulai dari pengusaha hingga pejabat sering memesan kuliner ini sebagai buah tangan.

“Yang rutin memesan itu dari Polres Subang, biasanya untuk oleh-oleh, Polda Jabar,Kejaksaan,,PLN, Bulog juga sering pesan atau makan ditempat” tambah Eeng.

satu porsi bubuy ayam utuh dibanderol dengan harga Rp 140.000. Harga tersebut sudah termasuk paket lengkap berupa nasi putih hangat, sambal khas dan lalapan segar.

Meski berada di dalam gang, kelezatan Bubuy Ayam Ma Atik membuktikan bahwa kualitas rasa akan selalu menemukan jalannya menuju hati para pecinta kuliner.

“Kami juga menyediakan tempat bagi pengunjung yang ingin makan langsung di sini,” pungkas Eeng.

Kekuatan utama Bubuy Ayam Ma Atik terletak pada kekayaan rempahnya. Perpaduan bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, hingga sereh menyatu sempurna menciptakan simfoni rasa di lidah.

Diana (34), salah satu pelanggan setia, mengaku selalu ketagihan dengan sensasi tekstur yang ditawarkan. Menurutnya, pengalaman menyantap bubuy ini sangat berbeda dengan olahan ayam lainnya.

“Rasa manis daging ayam dan gurih rempahnya terasa dalam satu suapan. Dagingnya pun sangat mudah terlepas dari tulang,” ungkap Diana.