Lompat ke konten
Home » PAN Subang Desak Pemda Maksimalkan Anggaran BLK Tekan 76 Ribu Pengangguran

PAN Subang Desak Pemda Maksimalkan Anggaran BLK Tekan 76 Ribu Pengangguran

  • oleh

Foto : DPD PAN Subang

SUBANG –  Pertumbuhan industri di Kabupaten Subang yang semakin masif, mulai dari pabrik kendaraan listrik (electric vehicle hingga sektor garmen, ternyata belum sepenuhnya dinikmati oleh warga lokal. Data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Subang mencatat masih ada 76 ribu pengangguran di wilayah tersebut.

Menanggapi hal ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Subang mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) agar memprioritaskan warga lokal dalam penyerapan tenaga kerja serta memaksimalkan anggaran untuk pelatihan kerja.

“Harusnya warga lokal yang menjadi prioritas,” ujar Wakil Ketua DPD PAN Subang, Herawan, ST dikutip Purwasuka Viva, Kamis (27/8/2026).

Herawan menilai, Pemda Subang harus proaktif membuat nota kesepahaman atau MoU dengan para investor yang masuk. Tujuannya agar saat pabrik mulai beroperasi, kuota penyerapan tenaga kerja lokal bisa mencapai 90 persen.

Kendati demikian, ia tak menampik bahwa rendahnya penyerapan tenaga kerja lokal kerap terkendala oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum siap pakai sesuai kebutuhan industri padat modal saat ini.

“Nah, di sinilah letak persoalannya. Perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang siap pakai, sementara SDM kita masih perlu penguatan,” ungkap Herawan.

Oleh karena itu, PAN Subang secara tegas mendorong Pemerintah Kabupaten Subang untuk mengalokasikan anggaran yang maksimal bagi program pelatihan kerja. Peningkatan kompetensi ini dinilai sangat mendesak melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) di bawah naungan Disnaker.

“Anggarannya juga harus maksimal. Kami kira ini urgent, di mana investor masuk ke Subang, namun SDM kita lemah, sehingga harus diperkuat dengan pelatihan dan kompetensi,” pungkasnya.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita juga pernah menyatakan bahwa perusahaan – perusahaan yang ada di Subang harus memprioritaskan warga lokal dalam perekrutannya.

Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga telah menekankan pentingnya pelibatan tenaga kerja lokal bagi setiap perusahaan yang berinvestasi di suatu daerah.

Wamenaker Afriansyah Noor beberapa waktu lalu meminta agar perusahaan memprioritaskan warga di sekitar wilayah operasional industri demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah secara langsung.