Lompat ke konten
logo info aktual subang
Ads.
Home » Permintaan Listrik untuk EV di Subang Meroket 300 Persen, Dipicu Kehadiran BYD dan Vinfast

Permintaan Listrik untuk EV di Subang Meroket 300 Persen, Dipicu Kehadiran BYD dan Vinfast

  • oleh

Foto : SPKLU PLN ULP Subang

SUBANG – Tren kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Kabupaten Subang, Jawa Barat, menunjukkan lonjakan signifikan pada awal tahun 2026. Kehadiran pabrikan besar seperti BYD dan Vinfast di wilayah tersebut disebut menjadi motor penggerak utama meningkatnya konsumsi listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Berdasarkan data PLN ULP Subang, pemakaian tenaga listrik di rest area dan wilayah Kota Subang mengalami kenaikan hingga 300 persen pada triwulan I tahun 2026.

“Pemakaian tenaga listrik untuk bahan bakar mengalami kenaikan yang fantastis, mencapai 300 persen,” ujar Manager ULP PLN Subang, Dika Nugraha, saat dikonfirmasi, Kamis 14 Mei 2026.

Dika menjelaskan bahwa pertumbuhan jumlah pemilik kendaraan listrik berbanding lurus dengan peningkatan layanan pengisian daya. Meski permintaan tinggi, Dika menyebut pihaknya saat ini fokus mendukung pasokan listrik di titik strategis dan juga di Kantor PLN.

“Salah satu faktornya adalah pertumbuhan pemakaian kendaraan listrik ya. Untuk saat ini, kami (PLN) mensupport di Rest Area Tol Cipali, Kantor PLN,sedangkan SPKLU di berbagai titik lainnya di Kabupaten Subang dikelola oleh pihak ketiga,” terangnya.

Terkait biaya, PLN mematok tarif layanan pengisian daya sebesar Rp 2.400 per kWh. Tarif ini dinilai jauh lebih ekonomis dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) konvensional.

Hal tersebut diakui oleh Yogi, salah satu pemilik mobil listrik di Subang. Ia mengaku bisa menghemat pengeluaran transportasi secara signifikan sejak beralih ke kendaraan setrum.

“Irit, saya biasa ngecas sampai 40 kWh sekali pengisian,” ungkap Yogi.

Meski trennya terus meningkat, penggunaan mobil listrik di Indonesia saat ini masih terkonsentrasi pada segmen ekonomi tertentu. Riset dari firma komunikasi ID COMM mengungkapkan bahwa mayoritas pemilik mobil listrik berasal dari kelompok masyarakat kelas menengah atas.

“Pemilik mobil listrik dalam riset ini umumnya sudah memiliki mobil konvensional terlebih dahulu. Artinya, mobil listrik bukan mobil pertama yang dibeli,” kata salah satu pendiri dan Direktur ID COMM, Asti Putri.

Berdasarkan studi tersebut, rentang harga mobil listrik yang beredar di pasaran saat ini berkisar antara Rp 189 juta hingga Rp 1,58 miliar. Konsumennya didominasi oleh kelompok usia 25 hingga 50 tahun dengan mobilitas tinggi.

Kehadiran basis industri BYD dan Vinfast di Subang diprediksi akan terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Jawa Barat, seiring dengan semakin masifnya pembangunan infrastruktur pengisian daya oleh pihak swasta maupun pemerintah.