
Foto : Perumda TRS
SUBANG – Inovasi WTP Subang, air jernih, anggaran efisien. Perumda TRS modifikasi teknologi WTP di Cijambe dengan biaya hanya Rp1,2 miliar, jauh di bawah harga pasar Rp20 miliar. Kapasitas 120 l/detik untuk ribuan pelanggan.
Inovasi modifikasi teknologi ini mampu meningkatkan kejernihan air hingga 60 persen dengan efisiensi anggaran mencapai 90 persen dibandingkan pembelian unit baru.
Air yang semula keruh kini perlahan kembali jernih. Di tengah tekanan kekeringan yang membuat sumber mata air berubah drastis, Perumda Tirta Rangga Subang (TRS) memilih tidak tinggal diam.
Sebuah instalasi pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP) kini berdiri tegak di atas lahan satu hektar di Cijambe sebagai solusi nyata atas krisis distribusi air bersih.
Direktur Utama Perumda TRS, Lukman Nurhakim, mengungkapkan bahwa kondisi kekeruhan air belakangan ini masuk kategori ekstrem.
Penurunan debit air yang dibarengi penurunan kualitas memaksa pihaknya memutar otak.
Alih-alih menguras kas daerah untuk membeli unit baru yang harganya selangit, Lukman dan timnya memilih jalur modifikasi.
“Dengan modifikasi ini, kita tetap bisa menghadirkan kualitas air yang lebih baik tanpa membebani anggaran secara berlebihan,” ujar Lukman.
Inovasi ini memangkas biaya secara signifikan. Jika unit WTP baru dipasaran bisa menyentuh angka Rp15 hingga Rp20 miliar, modifikasi teknologi hasil kolaborasi ahli dan konsultan ini hanya menelan anggaran sekitar Rp1,2 miliar dari APBD 2025. Meski baru berjalan dua pekan dalam masa uji coba, hasilnya cukup menjanjikan. Kualitas air dilaporkan meningkat hingga 60 persen. Proses penyempurnaan terus dilakukan, terutama pada tahap pengendapan, guna memastikan air yang sampai ke rumah pelanggan benar-benar layak konsumsi.
Kualitas air dilaporkan meningkat hingga 60 persen. Proses penyempurnaan terus dilakukan, terutama pada tahap pengendapan, guna memastikan air yang sampai ke rumah pelanggan benar-benar layak konsumsi. WTP Cijambe memiliki kapasitas impresif hingga 120 liter per detik. Kapasitas ini cukup untuk mengaliri ribuan pelanggan di wilayah Cijambe, Subang Kota, dan Cibogo (termasuk kawasan industri VinFast).
Kreativitas Perumda TRS rupanya menarik perhatian nasional. Langkah efisiensi ini membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk pelayanan publik yang optimal. “Karawang dan Rembang sudah menyatakan minat untuk mempelajari inovasi ini,” ungkap Lukman.