
SUBANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemdes) Kabupaten Subang memastikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tidak dipungut biaya alias gratis. Meski demikian, para calon kepala desa (cades) dipastikan tetap harus merogoh kocek pribadi dalam jumlah besar demi mendongkrak popularitas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispemdes Subang, Dadan Dwiyana, menjelaskan bahwa anggaran resmi untuk kebutuhan inti Pilkades telah sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Daerah.
“Biaya Pilkades itu gratis, karena Pemerintah Daerah sudah mengalokasikan dana untuk surat suara, kotaknya, dan perlengkapan lainnya. Nah, untuk baliho perorangan calon dan lainnya itu di luar dari itu,” ujar Dadan, Jumat (4/9/2026).
Pesta demokrasi tingkat desa ini memang selalu menyedot perhatian luas. Di balik statusnya yang gratis dari sisi fasilitas pemungutan suara, atmosfer persaingan yang tinggi membuat para kandidat kerap jor-joran mengeluarkan modal kampanye mandiri.
Berdasarkan data yang dihimpun, Penghasilan Tetap (Siltap) Kepala Desa di Subang berkisar di angka Rp5 juta per bulan. Jika diakumulasikan dalam masa jabatan selama 8 tahun, seorang kades secara total akan menerima Siltap sekitar Rp480 juta.
Kendati demikian, besaran Siltap tersebut dinilai tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan para calon di lapangan.
Salah seorang warga Subang, Yudi, mengungkapkan bahwa ongkos politik personal para kontestan Pilkades sangat tinggi. Biaya tersebut meliputi pencetakan baliho, hingga menggelar pertemuan rutin dengan warga dan tim sukses.
“Ada di desa saya, calon selalu menggelar pertemuan baik dengan timses dan warga, gelar ngaliwet dan lainnya. Itu lumayan lho jika terus-menerus dilakukan,” kata Yudi.
Melihat fenomena tersebut, Yudi memprediksi modal pribadi yang dihabiskan para kandidat selama masa sosialisasi bisa jauh melampaui total pendapatan resmi mereka saat menjabat nanti.
“Ya enggak tahu ya, bisa jadi dana pribadi yang dikeluarkan lebih besar dari penghasilan tetap saat menjabat nanti,” pungkasnya.
