
SUBANG – Masyarakat Kabupaten Subang, Jawa Barat, rupanya masih kurang menggemari makan ikan. Padahal secara geografis, wilayah Subang terbilang kaya akan potensi perikanan, mulai dari perairan laut, tambak, hingga kolam air deras yang memproduksi ikan dalam jumlah besar.
Secara statistik, rata-rata konsumsi ikan masyarakat di wilayah dataran seperti Jawa Barat, termasuk Subang, masih berada di bawah angka rata-rata nasional. Di tingkat provinsi, peringkat teratas konsumsi ikan tertinggi justru diduduki oleh Kabupaten Indramayu, disusul oleh Bogor dan Cirebon.
Kabid Pengendalian Sumber Daya Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Subang, Asep Sofiyan, mengungkapkan salah satu kendala dalam mendongkrak angka konsumsi ini adalah ketiadaan anggaran untuk program khusus.
“Untuk program Gemarikan (Gemar Makan Ikan) pada tahun 2024 sempat ada, namun di 2025–2026 tidak ada anggaran, jadi tidak digelar,” ujar Asep saat dikonfirmasi, Sabtu (18/7/2026).
Meskipun terbentur masalah anggaran, DKP Subang tidak tinggal diam. Asep menegaskan pihaknya tetap bergerak melakukan sosialisasi secara mandiri guna memicu minat masyarakat.
“Ya kami gelar sosialisasi untuk gemar makan ikan, hal ini bertujuan agar masyarakat makin tinggi animonya untuk mengonsumsi ikan,” kata Asep.
Selain sosialisasi langsung, DKP Subang juga melancarkan strategi kolaborasi lintas sektor. Salah satunya bekerja sama dengan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Subang untuk menghadirkan variasi produk olahan ikan.
“Kami berkolaborasi dengan menampilkan pengolahan ikan dari pelaku UMKM pada pasar murah, hal ini agar masyarakat tertarik dan mau mengonsumsi ikan,” ungkapnya. “Langkah ini dinilai krusial, mengingat pemenuhan gizi dari ikan sangat penting untuk menekan dan menurunkan prevalensi stunting di daerah tersebut,” sambungnya.
Rendahnya konsumsi ikan ini turut dibenarkan oleh salah seorang warga Subang, Nandi. Menurut pengamatannya, masyarakat Subang pada umumnya memang memiliki preferensi kuliner yang lebih condong ke sumber protein lain.
” Lebih senang dengan mengonsumsi telur, daging,” tutur Nandi.
Padahal, ikan dikenal kaya akan protein berkualitas tinggi serta asam lemak Omega-3 yang sangat baik untuk mendukung kesehatan jantung dan kecerdasan otak. Tantangan mengubah kebiasaan konsumsi ini kini menjadi pekerjaan rumah bersama bagi pemerintah daerah dan masyarakat Subang.