
Foto : istimewa
SUBANG – Dalam beberapa bulan terakhir, media sosial ramai membicarakan profesi baru yang disebut clipper. Profesi ini kini menjadi incaran banyak anak muda, terutama generasi Z, karena menjanjikan penghasilan besar dengan modal kemampuan mengedit video pendek untuk platform seperti YouTube, TikTok, hingga Instagram.
Profesi clipper adalah seseorang yang bertugas memotong, menyusun, dan mengedit potongan video dari konten panjang agar menjadi video singkat yang menarik. Biasanya, clipper bekerja dengan para konten kreator, podcaster, atau streamer untuk membuat highlight atau cuplikan video yang bisa menarik lebih banyak penonton.
Dalam dunia digital saat ini, kebutuhan terhadap konten singkat terus meningkat. Platform seperti TikTok, YouTube Shorts, dan Reels memicu lonjakan permintaan video pendek yang menarik dan cepat viral. Di sinilah clipper berperan penting, mereka membantu kreator memperluas jangkauan audiens dengan memotong bagian-bagian menarik dari video panjang.
Bahkan, beberapa agensi digital dan influencer ternama kini membuka lowongan clipper freelance dengan bayaran per klip yang bervariasi, mulai dari Rp50.000 hingga lebih dari Rp500.000 per video, tergantung tingkat kesulitan dan durasi.
Di Subang, profesi clipper juga diminati oleh generasi Z, salah satunya Risha Maulina ( 25 ) warga Perumahan Permata Hijau I, kelurahan Pasirkareumbi,Subang ini mengatakan sudah tiga bulan terakhir menjadi seorang clipper.
Bahkan dalam menjalani profesinya ia mengaku mendapat bayaran hingga Rp4 juta perbulannya.
” Ya baru pemula, kerjaannya hanya motong dan ngedit bagian video yang berdurasi panjang lalu dibagikan ke Tiktok, Instagram dan lainnya, kepekaan akan video yang ditonton banyak orang menjadi tantangan,” ujar Risha, Senin (3/11/2025 ).
Sebelumnya Risha merupakan seorang gamers, namun karena ajakan rekannya sesama gamers untuk mencoba peluang mendapatkan uang sebagai clipper, ternyata membuatnya ketagihan menumpuk penghasilan.
” Era sekarang dapat uang di konten, cukup gunakan gadget saja,” katanya.
Risha menyebut seorang clipper harus memiliki kemampuan dasar yang perlu dikuasai antara lain kemampuan dasar editing video menggunakan software seperti CapCut, Adobe Premiere, atau DaVinci Resolve.Pemahaman tren media sosial, agar tahu gaya konten yang sedang disukai audiens.Kepekaan terhadap momen menarik dari video panjang agar klip hasil editan mudah viral.Konsistensi dan manajemen waktu karena permintaan video bisa datang setiap hari.
“Kemampuan menambahkan caption, efek transisi, dan sound effect yang sesuai juga menjadi nilai tambah agar video terlihat lebih profesional dan menarik perhatian penonton,” tutupnya.