
foto : istimewa
SUBANG – Mentri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa berencana untuk mengalihkan anggaran Makan Bergizi Gratis ( MBG ) ke bantuan beras 10 kilogram. langkah itu menyusul banyaknya siswa yang mengalami keracunan usai mengkonsumsi MBG.
Meski di Kabupaten Subang belum ada laporan kaitan keracunan MBG, namun banyak orang tua murid yang lebih memillih bantuan beras daripada MBG.
” Saya sih setuju dengan dialihkannya anggaran MBG untuk bansos beras,” ujar salah satu orang tua murid di salah satu SMP Negeri Subang, Akhdiat, Senin 22 September 2025.
Menurutnya, bantuan beras akan lebih berarti daripada MBG, yang hanya memberikan makan bergizi dengan menu yang sering dikeluhkan oleh anaknya.
” Ya memang bergizi, namun selera anak kan berbeda yah, mulai dari menu, juga tampilan,” katanya.
Warga Subang, Dinar mengatakan bahwa rencana Mentri Keuangan RI untuk mengalihkan anggaran MBG ke bantuan sosial ( bansos ) beras harus di apresiasi. Pasalnya, tingkat resiko MBG sangat tinggi, mulai dari potensi keracunan, standar menu dan lainnya.
” Daripada MBG, lebih baik bansos beras lebih berarti,” pintanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subang Dra.Nunung Suryanj belum lama ini menyatakan bahwa untuk penyaluran MBG di satuan pendidikan mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, Madrasah, Aliyah, SMA, hingga SMK baru mencakup 16 kecamatan di Kabupaten Subang.
Selain itu, dalam penyaluran MBG, pihaknya kerap menerima keluhan menu yang kurang variatif hingga tampilan MBG dari para pelajar dan orang tua murid.
” Keluhan nya seperti itu ya, ” ucapnya.
Sementara itu, Menkeu RI Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa anggaran MBG senilai Rp71 triliun baru terserap 18,6 persen.
Rendahnya serapan anggaran tersebut membuat pihaknya akan mengalihkan untuk anggaran yang lebih produktif ke masyarakat.
” Program MBG bisa dialihkan ke bansos beras 10 kilogram, “ujarnya,
” Jika ditemukan anggaran yang tidak optimal,kita lihat mana yang lebih pas” tambahnya.( Amr)