Lompat ke konten
logo info aktual subang
Ads.
Home » Ratusan Warga Subang Bekerja di BYD dan VinFast, Skill Teknis Jadi Syarat Utama!

Ratusan Warga Subang Bekerja di BYD dan VinFast, Skill Teknis Jadi Syarat Utama!

  • oleh
Foto : Kadisnaker Subang Rona Mairansyah

SUBANG –  Industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia mulai menunjukkan taringnya dalam penyerapan tenaga kerja. Dua raksasa otomotif, BYD (Build Your Dreams) dan VinFast, dilaporkan telah merekrut ribuan pekerja yang mayoritas terkonsentrasi di  wilayah Kabupaten Subang.

Berdasarkan data terbaru proses rekrutmen, Kabupaten Subang menjadi wilayah dengan penyerapan tenaga kerja tertinggi bagi kedua perusahaan tersebut. Hal ini sejalan dengan rencana pembangunan fasilitas manufaktur mereka di kawasan koridor industri Jawa Barat.

” Penyerapan tenaga kerja lebih banyak dari Subang,” ujar Kepala Disnakertrans Subang Rona Mairansyah Rabu 15 April 2026.

Data menunjukkan bahwa BYD telah merekrut total 2.041 pekerja hingga saat ini. Dari jumlah tersebut, persebaran di wilayah Jawa Barat mencapai hampir 50 persen. Kabupaten Subang memimpin dengan 299 orang, disusul Karawang (220 orang), Bekasi (144 orang), dan Purwakarta (112 orang).

Kota-kota lain seperti Bandung (91 orang), Cirebon (75 orang), Indramayu (63 orang), Kuningan (50 orang), Majalengka (28 orang), hingga Bogor (19 orang) juga turut berkontribusi dalam pengisian formasi karyawan.Sedangkan 937 pekerja lainnya berasal dari luar wilayah Jawa Barat yang tersebar di seluruh Indonesia.

” Warga Subang yang sudah diserap oleh BYD sebanyak 299 orang,” tambah Rona.

Di sisi lain, produsen EV asal Vietnam, VinFast, mencatatkan tren serupa. Dari total rekrutmen yang ada, Subang menyumbang angka tertinggi sebesar 317 orang. Posisi berikutnya ditempati oleh Karawang (84 orang), Bekasi (63 orang), dan Purwakarta (51 orang). Beberapa wilayah lain seperti Bandung (32 orang), Cirebon (23 orang), Indramayu (22 orang), serta Tegal, Kuningan, dan Bogor juga mencatatkan angka penyerapan tenaga kerja untuk VinFast.

” Untuk Vinfast baru ada 317 warga Subang yang diserap,” katanya lagi.

Meski penyerapan tenaga kerja lokal Jawa Barat cukup signifikan, terdapat catatan khusus mengenai rekrutmen di luar wilayah tersebut. Tenaga kerja yang berasal dari luar Jawa Barat umumnya mengisi posisi strategis.

“Dari luar Jawa Barat ini banyak yang merupakan senior expertise atau Mandarin speaker (penutur bahasa Mandarin) yang memang kebutuhannya belum sepenuhnya terpenuhi dari talenta di Jawa Barat,” jelas Rona.”Kebutuhan akan kemampuan bahasa Mandarin menjadi krusial, terutama bagi BYD yang merupakan perusahaan asal China, guna memudahkan koordinasi teknis dengan kantor pusat,” sambungnya.

Memasuki tahun ini, baik BYD maupun VinFast mengaku akan meningkatkan kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan teknis (technical skill). Fokus utama kedua perusahaan adalah memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal, khususnya di Kabupaten Subang sebagai titik pusat operasional mereka.

Peningkatan kebutuhan ini diharapkan dapat menjadi peluang besar bagi lulusan vokasi dan teknis di Jawa Barat untuk terlibat langsung dalam ekosistem kendaraan listrik nasional.