Lompat ke konten
logo info aktual subang
Ads.
Home » Rupiah Melemah Harga Pakan Ikan Naik, 750 Pembudidaya Air Tawar di Subang Terdampak

Rupiah Melemah Harga Pakan Ikan Naik, 750 Pembudidaya Air Tawar di Subang Terdampak

  • oleh

foto : Harga Pakan Ikan Air Tawar Naik

SUBANG – Kenaikan harga pakan ikan pabrikan yang dipicu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai dirasakan para pembudidaya ikan air tawar di Kabupaten Subang. Sedikitnya 750 pembudidaya terdampak akibat meningkatnya biaya produksi.

Kepala Bidang Perikanan Air Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Subang, Andriana Lesnanda, membenarkan adanya kenaikan harga pakan ikan yang membebani para pembudidaya.

“Betul, pakan ikan mengalami kenaikan, ratusan pembudidaya terkena dampaknya,” ujar Andriana, Rabu (3/6/2026).

Menurut Andriana, kenaikan harga pakan tidak terlepas dari masih tingginya ketergantungan bahan baku pakan ikan terhadap produk impor. Kondisi tersebut membuat harga pakan ikut terdorong naik saat nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS.

Dampaknya, para pembudidaya ikan air tawar harus menanggung ongkos produksi yang lebih besar. Sebagian di antaranya mulai mencari alternatif pakan yang lebih murah, seperti memanfaatkan sayuran sisa hingga tanaman azolla.

“Kami juga sudah menyarankan untuk budidaya maggot sehingga bisa menjadi pakan mandiri di tengah situasi pakan yang mengalami kenaikan,” katanya.

Meski menghadapi tekanan biaya produksi, para pembudidaya ikan air tawar, khususnya yang mengelola kolam deras, masih tetap menjalankan usaha budidaya dengan melakukan berbagai langkah efisiensi penggunaan pakan.

Salah seorang pembudidaya ikan air tawar di Subang, Warman, mengaku kenaikan harga pakan ikan jenis pur dan pelet cukup memberatkan. Dalam beberapa waktu terakhir, harga pakan naik antara Rp 250 hingga Rp 400 per kilogram.

“Harga pakan naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 12.850 per kilogram. Ya repot kalau sudah begini, kita mau usaha ya bisa bangkrut,” kata Warman.

Menurutnya, kenaikan harga pakan berpotensi mendorong kenaikan harga jual ikan air tawar. Namun, para pembudidaya masih mempertimbangkan langkah tersebut karena khawatir daya beli konsumen menurun.

“Ada kepikiran untuk menaikkan harga, tapi takutnya malah nggak dibeli konsumen. Sementara saat ini belum ada kenaikan harga ikan,” pungkasnya.

Kenaikan harga pakan menjadi tantangan tersendiri bagi sektor budidaya ikan air tawar di Subang. Selain harus menjaga produktivitas, para pembudidaya juga dituntut mencari alternatif pakan yang lebih efisien agar usaha tetap berjalan di tengah meningkatnya biaya produksi.