
Foto : Ist
SUBANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, mendorong penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Sekretariat Daerah (Setda) yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dokumen perencanaan ini diharapkan mampu menjadi kompas sekaligus teladan bagi seluruh perangkat daerah di Kabupaten Subang.
Hal tersebut ditegaskan Kang Asep sapaan akrabnya saat menghadiri Forum Konsultasi Publik Renstra Setda Kabupaten Subang Tahun 2026. Acara tersebut digelar di Ruang Rapat Bupati II Setda Kabupaten Subang, yang dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda Subang, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Kepala Bapperida Subang, dan Kepala Dinas Perhubungan Subang. Selain itu, hadir pula para Kepala Bagian dan Pejabat Fungsional di lingkungan Setda Subang, serta para direktur dan perwakilan perbankan se-Kabupaten Subang.Kamis (16/7/2026).
“Renstra Setda Subang diharapkan dapat menjadi peta jalan sekaligus teladan bagi setiap perangkat daerah di Kabupaten Subang dalam melaksanakan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujar Asep Nuroni.
Forum ini digelar khusus dalam rangka penyempurnaan Rancangan Awal Perubahan Renstra Setda Kabupaten Subang Tahun 2025–2029. Melalui agenda ini, Pemkab Subang berupaya menjaring aspirasi, saran, dan masukan dari para pemangku kepentingan (stakeholders) demi melahirkan dokumen perencanaan yang komprehensif.
Asep menekankan, partisipasi aktif dari seluruh pihak menjadi kunci utama melahirkan kebijakan publik yang berkualitas. Evaluasi dan masukan yang masuk akan digunakan untuk mematangkan program kerja ke depan.
“Masukan yang diberikan sangat penting guna menyelaraskan, mematangkan, dan menyempurnakan program, target, serta prioritas pembangunan agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan hasil evaluasi kebijakan,” paparnya.
Lebih lanjut, ia berharap forum konsultasi publik ini membuahkan rekomendasi yang konstruktif, khususnya untuk menyempurnaan perubahan Renstra dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Setda Kabupaten Subang periode 2025–2029.
Selain itu ia pun optimistis, sinergi yang kuat antarsektor akan membawa dampak positif bagi pembangunan yang merata di Subang.
“Saya yakin, dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kita dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang lebih berkualitas, adaptif, dan mampu mendorong pembangunan daerah yang semakin inklusif,” pungkasnya.