
Foto : KDM channel
SUBANG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyentil PT Taekwang Indonesia terkait isu pungutan liar (pungli) dalam proses perekrutan tenaga kerja. Pria yang akrab disapa Kang Dedi ini menyebut ada kabar calon pekerja yang dimintai sejumlah uang agar bisa diterima di pabrik sepatu tersebut.
Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi saat bertemu perwakilan PT Taekwang Indonesia dalam gelaran Bursa Kerja Online dan Hybrid di Kawasan PT Taifa, Pagaden, Kabupaten Subang, Sabtu (3/10/2026).
“Ini Taekwang suka banyak gosip lho, ya jujur-jujuran saja kaitan nominal kan,” tegas Dedi Mulyadi.
Dedi mengungkapkan, berdasarkan kabar yang beredar di masyarakat, para pencari kerja (pencaker) diduga dimintai uang berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta untuk bisa lolos perekrutan. Ia mempertanyakan mengapa isu ini justru semakin menguat di saat sistem pendaftaran sudah beralih ke ranah digital.
“Kabarnya itu dulu, padahal sistem perekrutannya sudah online, kenapa kabarnya makin menguat?” ujar Dedi.
Dedi menambahkan, praktik percaloan semacam ini kerap tidak terendus publik jika calon pekerja berhasil masuk setelah membayar. Sebaliknya, isu ini baru ramai bermunculan ketika ada korban yang sudah menyerahkan uang namun tetap gagal diterima bekerja.
“Kalau orang sudah keluar uang terus diterima kerja, mereka nggak bakal ngomong sana-sini. Tapi kalau uang sudah masuk dan ternyata tidak diterima kerja, baru ramai ngomong sana-sini,” kritiknya.
Menjawab sentilan tersebut, perwakilan PT Taekwang Indonesia membantah adanya praktik pungli dari internal perusahaan. Pihaknya menegaskan seluruh proses perekrutan dilakukan secara online dan transparan. Kabar miring yang beredar dinilai ulah oknum luar yang memanfaatkan situasi.
“Kebanyakan sih dari luar yang mengaku-ngaku bisa memasukkan calon pekerja,” ujar perwakilan PT Taekwang Indonesia.
Manajemen menegaskan bahwa seluruh informasi lowongan pekerjaan hanya dipublikasikan resmi melalui akun Instagram perusahaan. Calon pelamar diarahkan mengisi tautan resmi tanpa dipungut biaya sepeser pun.
“Dijamin tidak ada permintaan uang karena kami buka lokernya langsung di IG. Kami juga membuka layanan info pengaduan, jadi jika ada yang merasa dimintai uang untuk bekerja di Taekwang, bisa langsung melaporkan,” jelas perwakilan pabrik sepatu tersebut.

