Lompat ke konten
Home » Sering Kecelakaan, Ini Fakta Jalur Dua Pasirkareumbi Subang yang Kerap Dikaitkan Mitos Mistis

Sering Kecelakaan, Ini Fakta Jalur Dua Pasirkareumbi Subang yang Kerap Dikaitkan Mitos Mistis

  • oleh

Foto : Jalan Ahmad Yani Pasirkareumbi Subang

SUBANG – Jalur Jalan Dua di Pasirkareumbi, Subang, selama ini diselimuti kisah mistis oleh pengendara. Isu penampakan makhluk halus kerap dikaitkan dengan rentetan kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi di titik rawan tersebut. Namun, pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) mengungkap hal lain di balik rawannya kecelakaan di jalur ini.

Faktanya, jalur jalan tersebut rawan kecelakaan murni karena faktor geografis dan infrastruktur. Kontur median jalan yang bergelombang (bumping) serta kondisi jalan yang menurun tajam menjadi pemicu utama. Kondisi ini dikuatkan dengan kurangnya fasilitas penerangan jalan umum (PJU) saat malam hari, padahal kawasan tersebut merupakan jalur cepat bagi kendaraan dari arah selatan menuju Kota Subang.

“Rawan kecelakaan di jalur ini karena jalur jalannya yang menurun, penerangannya kurang di malam hari,” ujar salah seorang warga sekitar, Yana, Minggu (19/7/2026).

Catatan Polres Subang menunjukkan rentetan kecelakaan beruntun yang cukup fatal di wilayah Jalan Dua Ranggawulung hingga Jalan Ahmad Yani Pasirkareumbi selama beberapa tahun terakhir:

– Oktober 2024: Kecelakaan beruntun melibatkan delapan kendaraan (dua truk, empat minibus, dan beberapa sepeda motor) di Jalan Raya Bandung-Subang, Pasirkareumbi. Insiden dipicu oleh dump truck bermuatan tanah yang mengalami rem blong.

– Desember 2025: Dua unit mobil terlibat tabrakan di Jalan Raya Pasirkareumbi, Jenderal Ahmad Yani.

– Mei 2026: Sebuah mobil yang melaju kencang dari arah Jalancagak menuju Kota Subang kehilangan kendali, menabrak trotoar, hingga akhirnya terbalik.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Subang, Iptu Sahroni menegaskan bahwa faktor kelalaian manusia dan kelaikan kendaraan menjadi penyebab utama.

“Rem blong dan human error (kelalaian manusia) menjadi faktor utama kecelakaan,” kata Iptu Sahroni beberapa waktu lalu.

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, Subhan Daradjat. Ia mengimbau para pengendara, khususnya yang berasal dari luar daerah, untuk ekstra waspada saat melintasi jalur selatan Subang. Kontur jalanan yang ekstrem menuntut konsentrasi tinggi dan kondisi kendaraan yang prima.

“Jalan di wilayah selatan harus dipahami oleh pengendara, dikarenakan terdapat jalan yang bumping, menurun, berkelok, dan menanjak. Bagi pengendara yang baru berkendara di wilayah tersebut, maka tidak akan terbiasa,” jelas Subhan.

Subhan menambahkan, titik paling krusial yang sering memakan korban adalah saat kendaraan melaju di turunan. “Insiden kecelakaan paling banyak terjadi saat kendaraan berada di posisi hendak menurun,” pungkasnya.