
foto : Gudang BULOG Subang
SUBANG – Perum BULOG memastikan stok cadangan beras nasional berada dalam kondisi aman dengan total mencapai 4,7 juta ton. Pasokan besar ini telah didistribusikan secara strategis melalui ribuan gudang di seluruh Indonesia untuk menjaga stabilitas pangan hingga ke pelosok daerah.
Jaringan distribusi ini didukung oleh 1.540 unit gudang BULOG utama dan 1.214 unit gudang filial. Infrastruktur yang masif tersebut diklaim mampu menjamin pemerataan pasokan dan ketersediaan pangan di tingkat daerah.
Khusus untuk di wilayah Kabupaten Subang, cadangan beras tercatat mencapai 67.418 ton.
Kepala Cabang BULOG Subang, Laswenri, mengungkapkan bahwa momentum panen raya tahun 2026 menjadi kunci utama dalam penyerapan gabah petani.
Ia memastikan stok yang tersimpan di gudang utama maupun filial, baik di KC Subang maupun Purwakarta, akan terus bertambah seiring penyerapan hasil panen yang masih berlangsung.”Beras tersimpan aman di gudang kami, masyarakat jangan khawatir, stok melimpah,” ujar Laswenri, Selasa 14 April 2026.
Selain memastikan stok, Laswenri juga menegaskan bahwa penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) saat ini tengah berjalan kepada para Penerima Bantuan Pangan (PBP). Komoditas seperti beras SPHP dan minyak goreng dibagikan secara berkala dan mendapat respons positif dari masyarakat.
” Masih terus berjalan, sesuai data yang kami terima dari Bapanas,” tambahnya.
Di sisi lain, Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran di daerah untuk segera menggelar operasi pasar. Langkah ini diambil guna mengatasi kelangkaan dan menjaga stabilitas harga MinyaKita agar tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
“Nah ini sudah kami tekankan kepada seluruh teman-teman yang ada di daerah untuk melaksanakan operasi pasar terkait beras. Termasuk juga melaksanakan operasi pasar terkait MinyaKita,” kata Rizal.
Keputusan ini merespons keluhan masyarakat di berbagai daerah terkait harga MinyaKita yang mulai melambung di atas HET. Rizal menambahkan, pihaknya telah melakukan rapat evaluasi nasional secara daring untuk memantau kondisi harga pangan terkini secara ketat.
“Bulog telah menggelar rapat evaluasi nasional secara daring bersama seluruh jajaran wilayah untuk membahas kondisi harga pangan termasuk beras dan minyak goreng,” pungkasnya.