Lompat ke konten
logo info aktual subang
Ads.
Home » Stok MinyaKita di Subang Seret! DKUPP Minta Data Sebaran ke Bulog

Stok MinyaKita di Subang Seret! DKUPP Minta Data Sebaran ke Bulog

  • oleh
Foto : DKUPP Subang Tinjau Penjualan MinyaKita

SUBANG – Minimnya pasokan minyak goreng murah, MinyaKita, mulai dikeluhkan warga dan pedagang di Kabupaten Subang. Pasokan dari tingkat produsen hingga pengecer dilaporkan merosot drastis hingga lebih dari 50 persen.

Berdasarkan pantauan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Subang, stok MinyaKita di pasar tradisional kini sangat terbatas. Hal ini memicu kekhawatiran lantaran MinyaKita menjadi buruan utama masyarakat karena harganya yang terjangkau, yakni Rp15.700 per liter sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Betul, kami melakukan monitoring di pasar tradisional. MinyaKita dikeluhkan pengecer karena kuotanya yang minim,” ujar Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Subang, M. Irwan Ahadiat, Kamis 7 Mei 2026. 

Irwan mengungkapkan, penurunan stok di tingkat pedagang sangat signifikan. Sebagai gambaran, pengecer yang biasanya menerima kiriman rutin dalam jumlah besar, kini hanya mendapatkan kurang dari setengahnya.

“Ada pengecer yang mengaku biasanya dipasok 100 karton, saat ini hanya dipasok 40 karton,” ungkapnya.

Kondisi ini diperparah dengan belum adanya transparansi data sebaran dari pihak terkait. Irwan menyebut pihaknya telah meminta data sebaran pendistribusian MinyaKita kepada BULOG Subang, namun hingga kini data tersebut belum diterima.

Pemkab Subang pun berencana mengambil langkah cepat guna menjaga daya beli masyarakat menjelang Idul Adha. DKUPP Subang tengah memetakan wilayah untuk menggelar Operasi Pasar Murah (OPM).

“Kami sedang bergerak mencari titik yang sesuai untuk OPM, terutama di daerah yang daya beli masyarakatnya rendah,” tegas Irwan.

Sementara itu, pihak BULOG Subang membenarkan adanya kendala distribusi ini. Pimpinan Kantor Cabang BULOG Subang, Laswenri, menjelaskan bahwa hambatan utama berasal dari keterlambatan pasokan oleh produsen.

Masalah ini bahkan berdampak pada penyaluran program Bantuan Pangan (Banpang). “Minyak goreng memang ada hambatan. Untuk Banpang saja kita masih proses penyaluran karena menunggu pasokan MinyaKita dari produsen,” kata Laswenri.

Ia pun menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh pemerintah daerah jika ingin menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) yang menyediakan berbagai komoditas pokok.

“Kami siap jika Pemda Subang meminta untuk digelar GPM, mulai dari beras, minyak goreng, hingga gula pasir,” pungkas Laswenri.