
SUBANG – Dinas Kesehatan ( Dinkes ) Kabupaten Subang mengklaim terdapat penurunan stunting sebanyak 100 balita ditahun 2025.
Pemberian Makanan Tambahan ( PMT ) yang diberikan pada ibu hamil dan balita di Kabupaten Subang menjadi salah satu faktor penurunan stunting.
” Dari data yang ada terdapat penurunan yang cukup signifikan dari 1.300 balita turun menjadi 1.200 balita yang mengalami stunting, itu tercatat pada saat bulan penimbangan balita ,” ujar Kepala Bidang Kesmas Dinkes Subang dr.Sugito, Selasa (4/11/2025).
PMT yang diberikan ditahun 2025 ini menyasar pada 1.662 balita dan 1.318 ibu hamil. Para kader posyandu bergerak mendistribusikan PMT yang terdiri dari 4 komponen bahan pokok,nabati,hewani hingga buah-buahan berbentuk kudapan padat gizi.
Sugito menjelaskan bahwa ibu hamil pun diperkanankan mendapat tambahan Makan Bergizi Gratis (MBG ) hal tersebut tertulis dalam juknis tentang integrasi MBG dan PMT untuk ibu hamil.
Disisi lain, Mentri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya intervensi sejak masa kehamilan untuk mencegah stunting. Beberapa langkah yang terus digencarkan antara lain distribusi tablet tambah darah, pengukuran lingkar lengan ibu hamil, pemeriksaan hemoglobin (Hb), dan suplementasi mikronutrien.
“Stunting itu dimulai dari kandungan. Jangan sampai ibu hamil anemia atau kurang gizi,” jelasnya. Selain itu, program penguatan Posyandu juga terus dilakukan, termasuk distribusi 300 ribu alat antropometri, dukungan ASI eksklusif, pemberian makanan tambahan (PMT), dan imunisasi.
Menkes menyebutkan enam provinsi dengan jumlah balita stunting tertinggi yang menjadi fokus penanganan, yaitu Jawa Barat (638 ribu balita), Jawa Tengah (485.893 balita), Jawa Timur (430.780 balita), Sumatera Utara (316.456 balita), NTT (214.143 balita), dan Banten (209.600 balita).
“Kalau enam provinsi ini bisa kita turunkan 10 persen, maka nasional bisa turun 4-5 persen,” tegas Budi. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting di provinsi-provinsi ini akan sangat berpengaruh pada capaian nasional.