Lompat ke konten
Home » Sumbang PAD Subang Rp 791 Juta, Pantai Pondok Bali dan Kolam Renang Ciheuleut Jadi Primadona

Sumbang PAD Subang Rp 791 Juta, Pantai Pondok Bali dan Kolam Renang Ciheuleut Jadi Primadona

  • oleh
Foto : Kolam Renang Ciheuelet Subang

SUBANG – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Subang mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata dan olahraga telah mencapai Rp791.145.000 per tanggal 6 Juli 2026. Dari angka tersebut, objek wisata Pantai Pondok Bali dan Kolam Renang Ciheuleut menjadi penyumbang omset terbesar.

Kepala UPTD Pengelolaan Kawasan Wisata dan Olah Raga Disparpora Kabupaten Subang, Baiq Erin Fatma Warisman, S.STP., M.AP., mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan akumulasi dari seluruh objek wisata dan fasilitas olahraga yang dikelola dinas, termasuk Alun-alun Subang.

“Per tanggal 6 Juli ini kami baru mendapatkan Rp791.145.000,” ujar Baiq Erin saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).

Menariknya, Pantai Pondok Bali dan Kolam Renang Ciheuleut mendominasi pendapatan daerah tersebut. Kedua destinasi ini menyumbang sekitar 83 persen dari total penerimaan retribusi Disparpora. Tingginya angka kunjungan ini dipicu oleh lonjakan wisatawan selama libur Idul Fitri dan musim liburan sekolah.

“Alhamdulillah, animo masyarakat terhadap objek wisata yang dikelola Disparpora sangat baik. Hal ini terlihat dari tingginya jumlah kunjungan masyarakat selama masa libur Idul Fitri dan libur sekolah sekarang, khususnya di Kolam Renang Ciheuleut dan Pantai Pondok Bali,” tuturnya.

Kendati tren kunjungan positif, Disparpora Subang dihadapkan pada tantangan besar. Target PAD yang dibebankan pada tahun 2026 melonjak drastis menjadi Rp13,3 miliar. Angka ini naik sekitar 8,3 kali lipat dibandingkan target tahun 2025 yang hanya sebesar Rp1.610.117.640.

Di sisi lain, lonjakan target ini tidak dibarengi dengan fasilitas yang memadai. Baiq Erin mengakui saat ini belum ada kegiatan pemugaran atau renovasi di lokasi-lokasi wisata tersebut. Oleh karena itu, ia menilai penambahan anggaran pada perubahan APBD sangat diperlukan.

“Idealnya diperlukan penambahan anggaran. Hal ini karena target PAD mengalami peningkatan yang sangat signifikan, sementara sarana dan prasarana penunjang yang tersedia saat ini masih belum mengalami penambahan,” jelas Baiq Erin.

Meski diterpa keterbatasan fasilitas, pihak Disparpora tetap optimistis dan berharap performa pendapatan tahun ini bisa melampaui catatan tahun lalu dengan tantangan yang diberikan.

“Ini suatu tantangan bagi kami, dengan kondisi sarana dan prasarana yang saat ini masih belum mengalami penambahan, tentu diperlukan upaya dan dukungan dari berbagai pihak agar target tersebut dapat tercapai secara optimal,” pungkasnya.