Lompat ke konten
logo info aktual subang
Ads.
Home » Thrifting Jadi Alternatif Mereka yang Ingin Tampil Beda

Thrifting Jadi Alternatif Mereka yang Ingin Tampil Beda

  • oleh

Foto : Thrift Suku Saha / Heru Mutahari

Infoaktual -Kegiatan thrifting atau membeli barang bekas namun berkualitas dan layak pakai kini menjadi bagian gaya hidup anak muda di berbagai kota besar di Indonesia. Termasuk di Kota Bandung dan sekitarnya.

Bahkan platform media sosial di kalangan Gen Z seperti instagram dan tiktok juga turut mempopulerkan trifting sebagai tren fashion unik dan ramah lingkungan. Dimana budaya thrifting menjadi pilihan bagi mereka yang ingin tampil beda.

“Berburu barang bekas (seken) yang ori itu ibarat seni lah. Punya kepuasan tersendiri dan rasa beda. Bisa disesuaikan dengan tren fesyen yang berkembang. Mulai dari sepatu,
jaket, celana, dan lain-lain,” ungkap Didit, owner Suku Saha saat ditemui.

Didit menilai permintaan konsumen dan gaya hidup thrifting masih bertahan dalam waktu yang panjang. Mengingat keunikan dan keuntungan yang didapat dengan berburu barang bekas layak pakai.

Misal saja fesyen casual sepakbola yang digandrungi anak muda saat ini. Tentu mereka menginginkan tampilan yang mengadopsi gerakan pendukung atau penggemar sepakbola seperti di Eropa. Dimana brand pakaian olahraga luar negeri tak luput jadi perhatian komunitas ini.

“Nah disini keuntungan beli barang second. Kita bisa dapet yang original tapi harganya miring. Kalo beli baru kan lebih mahal.” tambah Didit.

Terlebih dengan thrifting, barang yang dibeli relatif jarang dipakai atau pasaran. Sehingga konsumen memiliki nilai beda yang didapat. Sehingga wajar konsumen yang menyukai fashion casual datang ke tokonya untuk berburu ragam outfit yang diinginkan.

“Biasanya yang datang ke toko kami usia muda ya. Dari kalangan pelajar hingga usia 30 an ke atas.” ungkapnya.

Untuk mereka yang ingin berburu outfit bekas. Dia mengingatkan untuk melihat kredibilitas toko yang menjual. Jangan sampai terkecoh dengan barang bekas tiruan. Untuk itu konsumen juga harus pintar mengenal kualitas produk.

“Kalo cantumannya hanya thrift bisa dikategorikan random. Ada yang ori dan kw. Jadi saya sarankan lihat toko. Pastikan toko yang dipilih benar-benar menjual produk original.” ujar Didit.(Hru)