Lompat ke konten
Home » Tragis! Pamit Beli Domba Usai Salat Tahajud, Pengendara Motor Tewas Dibegal di Jalur Kebun Tebu Subang

Tragis! Pamit Beli Domba Usai Salat Tahajud, Pengendara Motor Tewas Dibegal di Jalur Kebun Tebu Subang

  • oleh
Foto : Ilustrasi Begal

SUBANG – Aksi kejahatan jalanan tragis terjadi di ruas Jalan Provinsi Jawa Barat yang menghubungkan Purwadadi (Kalijati) dan Sukamandi, tepatnya di Blok Situ Bau, Desa Pasirbungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Minggu (2/8/2026) dini hari. Dua orang pedagang domba menjadi korban pembegalan sadis hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami patah tulang.

Korban tewas bernama Suhendra, sementara rekannya yang selamat namun mengalami patah tulang lengan kiri adalah ECR, warga Dusun Awilarangan, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Cikaum.

Aksi pembegalan ini bermula saat Suhendra dan ECR dalam perjalanan pulang usai membeli dua ekor domba. Saat melintasi jalur sepi di area perkebunan tebu yang tidak jauh dari permukiman, tiba-tiba pelaku mengadang kendaraan korban.

“Jadi pas itu ‘astaghfirullahaladzim, kirain orang gila kok pukul saya’ kata Suhen. Pas saya lihat Suhen ‘Aduh kepalanya berdarah. Dasar orang gila’. Dikira orang gila,” ujar ECR dikutip dari tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

“Ternyata pas dilihat orang itu berdua, yang satu pegang golok, yang satu pegang bambu,” lanjutnya.

Pelaku yang berjumlah dua orang secara mendadak mengayunkan bambu ke arah korban hingga mengenai bagian kepala Suhendra dan ECR. Seketika sepeda motor yang ditumpangi kedua korban bersama dua ekor domba tersebut terjatuh.

Di lokasi kejadian, korban sempat berteriak meminta pertolongan kepada pengendara yang melintas. Namun, tidak ada warga atau pengguna jalan yang berani berhenti karena para pelaku memegang senjata tajam berupa golok. Pelaku kemudian melarikan diri sebelum rekan korban yang sempat dihubungi via telepon tiba di lokasi.

Suhendra yang mengalami luka parah di bagian kepala menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit. Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Ratnasari dan dua orang anak yang masih berusia 7 tahun serta 1 tahun.

Ratnasari mengungkapkan bahwa suaminya sempat menyelesaikan salat tahajud sebelum berangkat membeli domba. Ia mengaku sempat melarang suaminya untuk pergi pada malam hari.

“Kata saya tuh jangan keluar pak, sudah malam. Tapi tetap berangkat. Dia tuh sudah salat, sudah tahajud terus berangkat,” tutur Ratnasari.

Peristiwa ini menyita perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Mantan Bupati Purwakarta tersebut mendatangi langsung rumah duka untuk menemui ECR dan istri almarhum. Dalam kunjungannya, pria yang akrab disapa KDM ini berjanji akan menanggung seluruh biaya sekolah anak sulung Suhendra yang kini duduk di sekolah dasar.