
SUBANG – Viral video seorang wali murid labrak guru di SMP 2 Jalan Cagak, Kabupaten Subang, ia marah setelah tau anaknya ditampar oleh guru laki-laki di sekolahnya. Tindakan kekerasan yang dilakukan guru SMP itu dipicu lantaran memanjat dan melompati pagar sekolah.
Dalam video yang diunggah di akun gosip @pembasmi.kehaluan.reall, ayah tersebut mengaku tak terima anaknya ditampar oleh oknum guru di sekolah tersebut. Bahkan dia sempat meminta bantuan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk menindak tegas guru tersebut.
”Ini Anda main gampar-gampar aja seorang guru di Subang SMP 2. Liatin tuh pak Dedi tolong pak,” kata ayah siswa tersebut.
”Laporin aja ke pak Dedi, laporin ke pak Dedi saya tunggu,” sahut sang guru.
Guru tersebut menjelaskan bahwa dirinya tidak akan melakukan hal tersebut jika anak siswanya berlaku baik. Namun sang ayah tetap tak terima dengan tindakan guru tersebut, dia juga menyebut sudah ada undang-undang yang mengatur tentang guru tak boleh melakukan kekerasan terhadap muridnya.
”Harusnya panggil orang tua ya pak, jangan main tangan sendiri. Apakah boleh? Sekarang saya tanya ibu, boleh nggak seorang guru gampar-gampar anak? Nggak boleh bu ada undang-undangnya sekarang bu. Kepala sekolah mana? Coba telpon ya saya mau ngomong,” kata wali murid tersebut.
”Undang-undang nomor berapa?,” tanya balik sang guru.
Video yang viral di media sosial tersebut lantas mendapat perhatian dari Gubernur Jawabarat Dedi Mulyadi.Orang nomor satu di Pemprov Jabar itu terlihat bersama Kepala Sekolah dan guru tersebut.
” Kenapa di gampar?,” tanya Dedi pada guru tersebut.
Sang Guru pun menjawab pertanyaan Gubernur Jabar dengan mengatakan bahwa muridnya itu merokok, berkelahi, menganggu murid di kelas lain dan lompat pagar sekolah.
” Karena merokok, berkelahi, mengganggu murid hingga melompat pakar sekolah,” katanya.
Dedi Mulyadi mengatakan bahwa permasalahan itu harus segera di selesaikan, dimana ia akan menemui orang tua murid tersebut.
” Guru harus menyadari tidak semua hal harus di selesaikan dengan kekerasan, begitupun juga orang tua murid harus menyadari mengapa kekerasan itu bisa terjadi, harus saling menghargai,” pungkasnya.
Sumber : Vivanews