
Foto : Kabid P2P Dinkes Subang lakukan Sosialisasi
SUBANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang rentan muncul saat musim pancaroba. Diare dan demam tifoid (tifus) menjadi dua penyakit yang perlu diwaspadai karena berpotensi meningkat seiring perubahan cuaca yang terjadi saat ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Subang, dr. Indriati Oetama, mengatakan perubahan cuaca dapat memengaruhi daya tahan tubuh sehingga masyarakat lebih rentan terserang penyakit.
Pada masa pancaroba saat ini kami mengimbau masyarakat Subang agar waspada terhadap apa yang dikonsumsi,” ujar Indriati, Rabu (17/6/2026).
Dinkes Subang mencatat sejak Januari 2026 hingga pertengahan Juni 2026 terdapat 7.982 kasus diare dan 816 kasus suspek demam tifoid di wilayah Kabupaten Subang.
“Memang pada masa peralihan cuaca atau pancaroba ketahanan tubuh seseorang bisa menurun. Kami mencatat ada 7.982 kasus diare dan 816 suspek demam tifoid,” katanya.
Perempuan yang akrab disapa Noni itu menjelaskan, menjaga kebersihan menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit, terutama diare. Ia mengimbau masyarakat membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir sebelum dan sesudah makan.
Menurutnya, bayi juga menjadi kelompok yang rentan terkena diare. Karena itu, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan sangat dianjurkan.
“Berikan ASI eksklusif selama enam bulan pada bayi. Ini dapat menurunkan kasus diare pada bayi hingga 50 persen,” ungkapnya.
Selain itu, masyarakat diminta menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, serta menggunakan sumber air bersih untuk kebutuhan minum dan rumah tangga. Dinkes juga mendorong imunisasi rotavirus pada bayi guna mencegah diare.
Sementara untuk mencegah demam tifoid, masyarakat diminta menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat.
“Jaga ketahanan tubuh dengan mengonsumsi vitamin, rutin berolahraga, dan memperbanyak makan buah agar tidak terkena demam tifoid. Jaga pola hidup sehat,” tambahnya.
Demam tifoid merupakan penyakit infeksi bakteri akut pada sistem pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi kotoran yang mengandung bakteri tersebut.
Senada dengan Dinkes Subang, Dinas Kesehatan Jawa Barat juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai peningkatan kasus tifus selama musim pancaroba. Menurunnya kualitas sumber air dan makanan akibat perubahan cuaca dinilai dapat meningkatkan risiko penularan penyakit tersebut.
“Di musim pancaroba masyarakat harus menjaga asupan makanan dan minuman, waspada akan tifus,” kata Kepala Dinkes Jawa Barat dr. R. Vini Adiani Dewi, MMRS.
Ia pun berharap masyarakat dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari berbagai penyakit yang rentan muncul selama musim pancaroba.